Contact Us

Sekretariat: Jl. H.R. Boenyamin No 14 A Purwokerto 53122 Telp: (0281) 635292 - 233 Fax: (0281) 631802 Email: upl-mpaunsoed@yahoo.com
September 2017
M T W T F S S
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Bakti Pendidikan di SD Negeri 221/III Kersik Tuo Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi

2Tanggal 20 Mei 2014 Tim Gunung Hutan Anggota Muda Arya Prasna melakukan bakti pendidikan yang merupakan sub kegiatan dari Pengembaraan Anggota Muda. Pukul 09.45 guru dan kepala sekolah SD Negeri 221/III Kersik Tuo mengumpulkan anak-anak kelas 4 dan 5 dalam satu kelas dan mempersilahkan kami mempersentasikan materi tentang menjaga lingkungan kepada anak-anak. Anak-anak di kelas itu sangat antusias mendengarkan materi yang di berikan oleh Reza serta nyanyian untuk menaman pohon. Setelah materi selesai kami memberikan beberapa pertanyaan dan memberi hadiah. Semua tampak senang. Peskipun bakti pendidikan kami kurang persiapan dan tidak ada proyektor untuk persentasi dan hanya menggunakan buku gambar seadanya tetapi bakti pedidikan ini terbilang sukses. Di akhir kami sempat memberikan sertifikat sebagai kenang-kenangan dan buku bacaan untuk di sumbangkan di perpustakaan SD. Setelah itu kami berfoto bersama. Kami pamitan dengan anak-anak dan guru-guru SDN 221/III Kersik Tuo pukul 10.30, pertemuan yang singkat sekali dengan anak-anak SDN 221/III Kersik Tuo tetapi sangat menyenangkan bisa bercanda dan berbagi ilmu kepada meraka.

1

Pendakian 3 GUNUNG Di Sumatera Barat Tim Gunung Hutan Anggota Muda Arya Prasna UPL MPA UNSOED

Puncak Gunung Kerinci
Puncak Gunung Kerinci

Kamis, 15 Mei 2014 ini adalah hari yang telah kami tunggu-tunggu, operasional pengembaraan anggota muda Arya Prasna Tim Gunung Hutan. Beranggotakan Aji Kurniawan (Ekonomi), Reza Kunarto (Hukum), Dwi Novian Arby (Hukum), Siti Hamidah Triani (Sosiologi) dan pendamping kami Setiyawan (Pertanian). Untuk mendapatkan Nomor Registrasi Pokok (NRP) dan untuk merubah status Anggota Muda menjadi Anggota Biasa UPL MPA UNSOED kami harus melaksanakan pengembaraan. Tim Gunung Huta Arya Prasna melaksanakan operasional pengembaraan di tanah Sumatera tepatnya di daerah Jambi dan Sumatera Barat, dengan mendaki tiga gunung yaitu Gunung Kerinci, Gunung Singgalang dan Gunung Tandikat. Selama setahun setengah kami mempersiapkan untuk operasional pengembaraan ini dari mulai fisik, materi, dan mental samapi akhirnya kami siap untuk berangkat pengembaraan. Hari pertama operasional kami berangkat dari Purwokerto menggunakan Kereta menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta. Pesawat yang kami naiki take off pukul 11.00 dan mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi pukul 13.30 langsung meluncur menuju desa Kersik Tuo, desa terakhir pendakian gunung Kerinci.

Senin, 19 Mei 2014 kami mulai operasional pendakian gunung Kerinci. Kami start dari basecamp pukul 05.00, jalur yang kami lalui awalnya landai namun sangat becek dan berlumpur karena sedang musim hujan, sampai pos 3 jalur mulai terjal dan licin, kami tidak sampai target untuk camp di shelter 3 karena kondisi medan yang sangat berat dan cuaca yang sedang hujan. Akhirnya kami camp antara shelter 2 dan 3. Keesokan harinya pukul 06.30 kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan sampai puncak kerinci, dengan cuaca sedikit gerimis dan berkabut kami terus berjalan dan akhirnya kami sampai di puncak kerinci dengan ketinggian 3.805 mdpl puncak tertinggi sumatera dan gunung berapi tertinggi di Indonesia telah kami taklukan.

Puncak Gunung Singgalang
Puncak Gunung Singgalang

Perjalanan selajutkan kami menuju desa Pandai Sikat untuk pendakian kedua yaitu Gunung Singgalang dan Tandikat yang kami jadikan satu serangkaian karena kedua gunung ini berdekatan, kami memutuskan untuk melintas. Tanggal 22 Mei 2014 pagi hari kami mempersiapkan semua kebutuhan pendakian Gunung Singgalang dan Tandikat. Pukul 06.15 keesokan harinya kami berjalan menuju puncak Singgalang jalur ke puncak Singgalang sudah sangat jelas karena ada tiang listrik sepanjang jalur. Gunung Singgalang sangat unik karena biasanya gunung-gunung di Indonesia ketika ingin sampai puncak ada perbatasan vegetasi yaitu jalurnya tidak lagi di tumbuhi pohon-pohon besar hanya berupa bebatuan ataupun bila ada tumbuhan itu hanya pohon cantigi yang kecil-kecil dan edelweiss. Namun gunung ini puncaknya dikelilingi hutan lebat. Akhirnya kami sampai di telaga dewi pukul 13.15. Telaga Dewi sepeti danau yang dahulunya adalah bekas kawah, sekarang gunung Singgalang sudah tidak aktif lagi. Pemandangan di Telaga Dewi sangat indah kami membuat camp di sekitar telaga.

Setelah puas bermalam di telaga dewi yang indah keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan ke gunung Tandikat. Kami sempat tersasar sesaat sehingga memutuskan untuk camp sehari lagi. Akhirnya kami menemukan jalur yang benar, jalur menuju kawah dan puncak Tandikat yang sebenarnya.

Puncak Gunung Tandikat
Puncak Gunung Tandikat

Akhirnya selesai sudah misi kami mendaki 3 puncak di tanah Sumatera. Perjalanan pengembaraan Anggota Muda Arya Prasna ini tidak mudah banyak sekali lika-liku yang kami hadapi namun dengan semangat dan rasa percaya diri kami akhirnya kami dapat berangkat pengembaraan. Semangat untuk meneruskan organisasi kita tercinta UPL MPA UNSOED. Bekerja dengan cinta UPL besar karena kita. Hello Genk….. (Ami, AM/AP)

Tim Rock Climbing Anggota Muda Arya Prasna UPL MPA UNSOED Gapai Puncak Tebing Lawe Kab. Banjarnegara

rc 1Tim Rock Climbing Anggota Muda Arya Prasna UPL MPA UNSOED mengadakan Try Out di Tebing Lawe selama 6 hari operasional pemanjatan atau 8 hari untuk keseluruhan operasional dari tanggal 12-19 April 2014. Tim yang beranggotakan Dennis (koordinator),Miftah M.,Septian Heri,Azzam Fakhri dan Wisnu Prasetyo serta dua Pendamping yaitu Krisna Andresta (peternakan) dan Zubir munir (pertanian).Tim RC ini telah melakukan Try Out di tebing Lawe Kabupaten Banjarnegara yang tingginya 230 M dengan sistem Artificial Climbing. Untuk mencapai puncak, Tim panjat membutuhkan flying camp selama tiga hari dengan enam pitch.

Hari pertama pemanjatan Tim gagal target yang sempat membuat putus asa seluruh anggota namun kami tidak di didik untuk itu, Tim membuktikan di hari-hari operasional berikutnya.sedikit demi sedikit Tim membayar hutang target,meski sampai di hari ke-lima pemanjatan masih terhut ang,di hari ke enam Tim bisa target Sesuai dengan rencana Operasional.

rc 2

Tebing Lawe yang kebanyakan pengamannya dari hanger karena karakteristik batuannya adalah andesit. Tebing dengan enam pitch ini yang terbilang susah yaitu dari dasar tebing sampai pitch empat terdapat juga overhang sebelum ke pitch dua selebihnya scrambling sampai TOP. Untuk flying camp Tim panjat di Pitch dua,tiga dan empat.

Tim RC sangat bangga bisa menggapai puncak tebing lawe dalam Try Out masa pengembaraan,tentunya hal ini menambah semangat juang dan mental serta psikis Tim sendiri. “Menua itu pasti,namun menjadi muda dan tampil elegan adalah pilihan” ucap koordinator.

UPL MPA UNSOED Tanam 1000 Mangrove

IMG_2888

 

Dalam rangka memperingati hari bumi 2014 UPL MPA UNSOED mengadakan penghijauan berupa penanaman 1000 bibit Mangrove pada tanggal 18-19 April 2014   di Desa Ujungalang Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini bertemakan “Save Mangrove from Climate Change” yang diketuai oleh Uhtie Ahya Hamidah (FISIP) serta dihadiri oleh 18 Anggota UPL MPA UNSOED dan Kepala Dusun (Bpk Wahyono). Pelepasan dilaksanakan pada Jumat, 18 April 2014 pukul 06.00 WIB.

 

Tujuan perjalan hari pertama menuju ke Pelabuhan Sleko sebelum jam 08.00 karena transportasi yang berada disana cukup terbatas. Bayangkan saja jadwal pemberangkatan compreng tujuan desa Mothean hanya pada pukul 08.00 WIB dan 12.00 WIB dengan tarif Rp 8000,-/orang

. Jika tertinggal, maka mau tidak mau harus menyewa perahu dengan tarif yang tidak murah. Perjalan dari Purwokerto menuju ke Pelabuhan sleko memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. Perahu/Compreng adalah transportasi utama yang digunakan oleh masayarakat kampung laut. Perjalanan dari pelabuhan Sleko menuju ke Desa Ujungalang memakan waktu sekitar 100 menit, waktu yang cukup panjang untuk menikmati pemandangan hutan mangrove beserta sedimen-sedimen yang terus mengendap.

10152538_764321703587815_8220205148164616674_n

Penanaman mangrove dilakukan di Desa Ujungalang Dusun Lempongpucung tepatnya di Wisata Mangrove atau biasa disebut “tracking”. Wisata mangrove ini merupakan salah satu wisata selain Gua Masigit Sela yang berada di Kecamatan Kampung Laut Cilacap. Persiapan menanam dilakukan pukul 15.30-17.00 WIB dan dilakukan serah terima bibit (simbolis) dengan Kepala Dusun. Hari pertama penanaman dilakukan sebanyak 400 bibit mangrove dengan jenis Rhizophora Apiculata dan selebihnya dilakukan pada hari ke-2 pagi yaitu Sabtu 19 April 2014.

Adanya degradasi hutan Mangrove yang berada di kawasan Segara Anakan cukup menggugah anggota UPL MPA UNSOED untuk melakukan penyelamatan dengan mengadakan penghijauan berupa penanaman 1000 mangrove.  Kegiatan penanaman 1000 mangrove ini selain dalam rangka untuk memperingati hari bumi juga diharapkan dapat menyelamatkan hutan mangrove yang berada di Kawasan Segara Anakan dari pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim. Save the world for better future, Maju terus pantang menyerah! (Utie)

Melintas Gn. Sindoro ala Anggota Muda Tirta Bramanta UPL MPA UNSOED

10174974_4089810780337_2053195163_nGunung Sindara, biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro (altitudo 3.150 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa TengahIndonesia, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Gunung Sindara terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing.(Wikipedia)

Kegiatan melintas gunung Sindoro 3150 mdpl diKabupaten Temanggung ini dilakukan oleh Anggota Muda Tirta Bramanta UPL MPA UNSOED, berlangsung selama tiga hari dari hari Jum’at (28/3) sampai dengan hari Minggu (30/3). Kegiatan ini merupakan salah satu syarat untuk memasuki masa pengembaraan Anggota Muda UPL MPA UNSOED dengan melalui tahap masa bimbingan berupa materi navigasi darat, manajemen perjalanan, dan PPPK. Kegiataan ini diikuti oleh 10 anggota yang terbagi menjadi 2 tim. Tim ke-1 (Tirta) terdiri dari 5 anggota dengan 2 pendamping, sedangkan tim ke-2 (Bramanta) terdiri dari 5 anggota dan 1 pendamping.

Pembagian jalur melintas antara kedua tim berbeda. Tim pertama melalui jalur pendakian Sikatok dan turun dijalur Kledung, sedangkan tim kedua melalui jalur sebaliknya. Sehingga masing – masing tim dapat bertemu diantara kedua jalur tersebut. Kegiatan diisi dengan pengaplikasian teori yang telah didapatkan antara lain: orientasi medan, penentuan titik koordinat dan ploting jalur pendakian. Manajemen waktu yang dibutuhkan untuk tiap – tiap bagian kegiatan juga diperhitungkan.

Untuk selanjutnya adalah penjelasan tentang masing – masing operasional kegiatan terutama dari tim Tirta Bramanta.

10174974_4089810700335_1692013296_n

Hari pertama,ti

m Tirta Bramanta mengawali keberangakatan dari sekretariat UPL MPA UNSOED pada pukul 13.30. Perjalanan sekitar 4,5 jam dari sekretariat UPL MPA UNSOED menuju basecamp Sikatok. Rute perjalanan: sekretariat UPL MPA UNSOED – Terminal Purwokerto – Plasa Wonosobo – Pertigaan Rejosari – Basecamp Sikatok. Akomodasi menggunakan kendaraan umum dan pick up.

Hari kedua, tim Tirta memulai operasional pendakian dari basecamp Sikatok sekitar pukul 07.00 setelah melakukan aktivitas camp. Deskripsi jalur  yang dilalui pertama kali melewati perkebunan teh yang luas dan landai, dilanjutkan dengan medan berbatu yang curam. Beberapa kali kami mencoba melakukan orientasi medan untuk menentukan titik koordinat,namun cuaca berkabut yang tidak memungkinkan untuk melakukannya. Walaupun demikian, kami bisa sampai puncak sekitar pukul 15.15. Padang Sabana luas menjadi pelipur lelah kami dipuncak. Tujuan hari kedua untuk ngecamp dipuncak gunung Sindoro dibatalkan karena adanya instruksi dari pihak basecamp yang melarang. Sehingga, kami memutuskan untuk melakukan aktivitas camp dipos 4 jalur Kledung.

1912252_1470779863140061_2035608608_n

Hari ketiga, tim Tirta bertemu dengan tim Bramanta saat sedang melakukan aktivitas camp dipos 4 jalur Kledung. Selanjutnya tim Tirta memulai operasional turun pukul 08.00. Menuruni jalur Kledung agaknya lebih landai dari jalur Sikatok, namun lebih jauh jarak yang ditempuh.  Pada akhirnya sampai dibasecamp Kledung sekitar pukul 12.00 yang dilanjutkan dengan kepulangan menuju sekretariat UPL MPA UNSOED.

Diharapkan dengan diadakannya kegiatan melintas gunung Sindoro ini adalah dapat meningkatkan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rasa solidaritas antar sesama Anggota Muda Tirta Bramanta UPL MPA UNSOED. Maju terus pantang menyerah! (Awal)

 

Tim Gunung Hutan Anggota Muda Arya Prasna Laksanakan TRYOUT II di Gn.Sindoro dan Gn. Sumbing

ap2Tim Gunung Hutan Anggota Muda Arya Prasna laksanakan TryOut II di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing pada tanggal 26 – 31 Maret 2014. TryOut II ini dilaksanakan guna meninjau sejauh mana kemampuan tim untuk kesiapan di pengembaraan nanti. Tim yang berjumlah 4 orang Reza Kunarto (FH 2012), Aji Kurniawan (FEB 2012), Dwi Novian Arbi (FH 2012), Siti Hamidah Triani (FISIP 2012) disertai 1 pendamping Setyawan (FAPERTA 2010). Tim berangkat dari Sekretariat UPL MPA UNSOED hariRabu, 26 Maret 2014 pukul 17.00 WIB. Lalu, tiba di Wonosobo sekitar pukul 22.00 WIB. Tim melakukan pendakian Gunung Sumbing terlebih dahulu. Pada pagi hari tim sudah disuguhkan pemandangan khas dari kedua Gunung tersebut yaitu Sindoro dan Sumbing. Pendakian ke G

unung Sumbing melalui rute dari Desa Garung, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo pada hari Kamis , tanggal 27 Maret 2014. Pada saat naik tim melalui jalur lama dan turun melalui jalur baru. Pendakian Gunung Sumbing bisa dikategorikan sulit bagi pendaki pemula karena jalurnya yang cukup ekstrem. Tim mencapai puncak Gunung Sumbing pada Jumat 28 Maret 2014pukul 07.00 WIB. Pemandangan pagi itu sungguh menakjubkan karena dari puncak Gunung Sumbing terlihat Gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Slamet yang terlihat kecil.

Setelah turun dari Gunung Sumbing tim lalu pindah ke basecamp Gunung Sindoro di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Lalu tim istirahat satu hari sebelum memulai pendakian kembali ke Gunung Sindoro. Disini, tim belanja logistik yang kurang di Pasar Reco dekat perbatasan antara Temanggung dan Wonosobo. Di basecamp Gunung Sindoro kami berjumpa dengan banyak pendaki lain yang berasal dari dalam kota maupun luar kota yang akan mendaki Gunung Sindoro untuk menikmati keindahan gunung tersebut.

Setelah istirahat satu hari tim kemudian memulai pendakian ke Gunung Sindoro. Cuaca cukup cerah pagi ituMinggu, 30 Maret 2014 setelah kemarin diguyur hujan hampir satu hari penuh. Perjalanan dimulai melewati perkebunan warga, disekitar jalan itu kami berjalan tidak sendirian karena banyak pendaki yang memulai perjalanan pada saat yang sama. Pendakian Gunung Sindoro lebih mudah dibandingkan Gunung Sumbing karena medannya tidak terlalu terjal. Tim mencapai puncak pukul 15.45 WIB dan ngecamp di puncak Gunung Sindorotepatnya di padang savanya, agak jalan lagi kesebelah kiri dari puncak.

ap

 

Di puncak Gunung tersebut terdapat lapangan yang cukup luas untuk mengadakan peringatan upacara 17 Agustus tiap tahunnya. Tim melintas lalu turun lewat jalur Sikatok, Desa Sikatok, Kabupaten Wonosobo. Pada saat turun, kami disuguhi pemandangan pegunungan Dieng yang indah sekali dan dibawah kami melewati kebun teh yang sejuk. Setelah itu tim kembali pulang ke Sekretariat UPL MPA UNSOED dengan perasaan penuh bahagia dan bangga. “Gunung itu bukan tempat sampah, kalau cuma mau buang sampah tidak usah naik gunung” (Reza Kunarto AM/AP)

.

Pelatihan Tim Rock Climbing Anggota Muda Arya Prasna di Tebing Suwuk

1274214_756072611071480_737931082_oTebing suwuk terletak bagian timur markas TNI AL kecamatan ayah dan hanya berjarak sekitar 1km dari pantai, tebing ini merupakan tebing kars yang biasa digunakan untuk pelatihan panjat dinding. Pada tanggal 23 Maret 2014 bertepatan hari minggu kami dari divisi Rock Climbing melakukan pelatihan panjat dinding, pelatihan ini diikuti oleh 4 anggota dan 2 pendamping. Operasional dimulai dari jam 7 pagi setelah makan pagi bersama di belakang markas TNI AL, di markas TNI AL pula kita bisa menitipkan kendaraan kita supaya aman.

Setelah berjalan sekitar 1.5 kilometer melawati jalan aspal dan bukit barulah kita sampai di tebing suwuk, tebing ini memiliki ketinggian yang variatif antara 9-18 m, begitu jufga tingkat kesulitanya, dimana tebing kars ini memiliki over hang(tebing yang memiliki kemiringan tertentu) latihan dimulai dengan pemanasan setelah sebelumnya berdoa bersama agar supaya kita selamat dalam kegiatan ini, barulah kemudian kami melakukan panjat ringan menyusuri bagian bawah tebing dari kanan ke kiri dan sebaliknya, setelah dirasa cukup barulah pemanjatan dimulai, pemanjatan dilakukan oleh Azzam dengan system pengamanan Double Belay (dua orang sebagai pengaman) dimana ada Wisnu dan Denis sebagai belayer nya. Kemudian sekitar 3 meter kearah timur masih di tebing yang sama diikuti juga oleh asep yang memanjat dengan singgle belay (satu orang sebagai pengaman) yang di belay oleh Agres. Dijalur yang dibuat Azzam di ikatkan tali static yang di anchore (sistem pengamanan tebing dengan mengikat atau mematok tali dengan alat  pengaman tertentu terhadap benda yang tidak bergeser) kemudian tali static ini digunakan untuk mengasah kemampuan dalam bermain prusik dan perpindahan beban menggunakan prusik dan alat modern berupa jumar. Sementara itu beberapa anggota tim yaitu Denis Asep dan Wisnu menjajal tebing satunya dimana terdapat sedikit kesulitan dibagian puncaknya karena terdapat over hang pemanjatan dilakukan oleh Denis sebagai leader sementara  Asep dan Wisnu sebagai belayer nya. Setelah Denis mencapai puncak tebing denis bertukar peran menjadi belayer di puncak tebing yang kemudian diikuti Asep untuk menjat untuk membersihkan alat yang menempel didinding .

Latihan ini selesai sekitar jam 16.00 WIB,  setelah merapikan alat baru kemudian kami pergi kepantai untuk melepas lelah sembari memakan semangka dan es kelapa muda di pinggir pantai yang indah. (Azzam)

Anggota Muda Eks Diksar XXX UPL MPA UNSOED Adakan Tasyakuran

Anggota Muda Eks Diksar  XXX pada hari Sabtu, 8 Maret 2014 kemarin melaksanakan acara tasyakuran di Sekretariat UPL MPA UNSOED. Anggota Muda Eks Diksar itu sendiri merupakan Anggota Muda yang sudah lulus tahap Pendidikan Dasar Inti namun belum memiliki nama angkatan. Adapun acara tasyakuran ini merupakan aceara dimana Anggota Muda mengumumkan sebuah nama angkatan yang nantinya akan dipakai selama berproses di UPL MPA UNSOED. Acara tasyakuran turut dihadiri oleh Pembina UPL MPA UNSOED, Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H. Acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan diawali dengan tahlil untuk mendoakan kawan kami yang telah mendahului. Acara  puncak pun tiba, pemotongan tumpeng sebagai simbol diumumkannya nama angkatan baru dan dilanjutkan dengan makan bersama. Anggota semua juga menonton slide show berupa foto-foto Pendidikan Dasar XXX sembari menikmati hidangan. TIRTA BRAMANTA, itulah nama yang dipilih dari sekian banyak nama. Tirta yang berarti air dan Bramanta berarti pengembara. Tirta Bramanta berarti pengembara air. Dengan masuknya anggota baru ini diharapkan memunculkan generasi muda yang berkarakter dan impian besar Anggota Muda segera terwujud. Semoga tetap kompak dan kalian bersepuluh menjadi AB hingga ALB nantinya. Amin. Selamat berproses, maju terus pantang menyerah! (386)

UPL MPA UNSOED Ramaikan Acara Jalan Sehat Bersama Komunitas Hash House Harriers

IMG_0354Hari Minggu, 02 Maret 2014 bertempat di Hotel Queen Baturraden, 2 perwakilan UPL MPA UNSOED mengikuti acara jalan sehat. Acara tersebut bekerja sama dengan komunitas Hash House Harriers. Hash House Harriers sendiri merupakan sebuah komunitas dilingkungan Universitas Jenderal Soedirman  yang bergerak dibidang sosial dan juga alam. Tiap minggunya komunitas ini mengadakan berbagai macam kegiatan seperti jalan sehat, penanaman pohon, dan lain-lain. Tak hanya disatu tempat, tiap minggunya Hash House Harriers mengadakan kegiatan diberbeda tempat disekitar wilayah Banyumas. Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 orang peserta dari berbagai kalangan mulai dari staff dan dosen UNSOED, bahkan Dekan FISIP, Bapak Dr. Ali Rokhman, M.Si, ikut serta dalam jalan sehat ini. Selanjutnya, tak hanya perwakilan UPL MPA UNSOED, terdapat perwakilan dari MENWA, beberapa mapala lain, pimpinan BNI, dan juga personil TNI juga ikut meramaikan acara jalan sehat. Acara dimulai sekitar pukul 6 pagi dengan melakukan Senam Aerobic yang kemudian dilanjutkan dengan acara utama yaitu jalan sehat. Hello genk!!  (3IMG_035986)

Pohon Tumbang, Tim SAR UPL MPA UNSOED bantu Tim SAR Banyumas

Kamis malam tanggal 27 April 2014  hujan lebat mengguyur kawasan Unsoed. Sekitar pukul 19.30 WIB petir yang menyambar menumbangkan pohon yang berada persis di depan Fakultas Peternakan Unsoed, akibatnya aktifitas pengguna jalan tersebut terganggu. Beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak akibat pohon tumbang yang menghalangi jalan kampus.  Tak lama Tim SAR Banyumas segera bergegas untuk mengatasi bencana tersebut. Saat itu juga UPL MPA UNSOED sedang mengadakan Rapat Anggota I yang bertempat di PKM (depan Fak.Peternakan). Minimnya tenaga yang dibutuhkan, Tim SAR UPL MPA UNSOED memutuskan untuk menunda Rapat Anggota I untuk sementara. Akhirnya sekitar pukul 21.00 WIB pohon tumbang dapat teratasi dan aktifitas pengguna jalan kampus kembali normal.